Rancang Bangun Etnografi Terbuka

Pernahkah kamu memikirkan ulang definisi etnografi? Barangkali saat kamu melakukan penelitian, beberapa prinsip etnografi yang selama ini kamu pelajari memunculkan kritik atas etnografi itu sendiri. Kami mengundangmu untuk menjadi bagian dari usaha mengembangkan pedoman etnografi terbuka melalui serial lokakarya daring.

Rancang bangun etnografi terbuka merupakan sebuah upaya memperkaya definisi etnografi berdasarkan pengalaman dan pengamatan para peneliti dan etnografer. Setiap orang berhak menggugat, mengadopsi, dan mengembangkannya, agar kelak etnografi bisa dimaknai secara inklusif. Kami berharap lokakarya rancang bangun ini bisa menjadi awalan kegiatan tahunan JET untuk terus mengembangkan panduan etnografi terbuka yang memanfaatkan berbagai pendekatan kritis dan terkini. Uraian lengkap tentang kegiatan ini, juga formulir pendaftaran bisa kamu dapatkan pada tautan bit.ly/EtnografiTerbuka

Pastikan kamu sudah mendaftar sebelum 13 Maret 2025!

Related Articles

Politik pengetahuan pascareformasi

Paradigma keterbukaan dan transparansi merupakan inti dari reformasi di Indonesia. Komponen utama dari proses demokrasi adalah penelitian dan pendidikan. Universitas memainkan peran penting dalam melakukan penelitian dan mendidik mahasiswa untuk berkontribusi dalam debat publik. Seperti yang ditunjukkan oleh setiap kontributor Inside Indonesia edisi ini, prinsip-prinsip ini telah tergerus oleh liberalisasi sektor penelitian di satu pihak dan peningkatan tendensi kontrol dan sensor di pihak lain.

Reformasi izin penelitian asing

Ada banyak hal yang saya sukai tentang penekanan pada etika, otonomi, dan desentralisasi yang mendasari prosedur baru bagi peneliti asing yang bekerja di Indonesia. Namun, ada juga bahaya nyata yang didorong oleh peraturan ini.

Mengimajinasikan ruang aman

Reproduksi narasi dan aturan anti-LGBT oleh para politisi dan penyelenggara negara berpengaruh menambah derasnya arus stigma dan diskriminasi terhadap komunitas queer di Indonesia; situasi yang memaksa komunitas ini kerap harus membuat atau mengatur ulang strategi untuk menjamin keamanan personal dan kolektif.

Bertukar makna, bertaut energi

Siapa yang memiliki hak atas pengetahuan dan pengalaman yang dibagi sebagai produksi pengetahuan dalam temuan penelitian? Apakah sepenuhnya milik peneliti? Lantas, siapa yang akan didudukkan sebagai peneliti, ketika semua partisipan di dalamnya saling mengurai gagasan?

Dari demokrasi terpimpin ke sains terpimpin?

Jalan ilmu pengetahuan adalah jalan yang baik untuk semua bangsa. Apalagi untuk bangsa besar seperti Indonesia. Ilmu pengetahuan juga jalan terbaik untuk menjaga keberagaman, sesuai Bhinneka Tunggal Ika. Karena ilmu pengetahuan dapat memberi kriteria-kriteria objektif dalam, misalnya, seleksi kepempimpinan sehingga kita terhindar dari sektarianisme berbasis SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan). Tapi sepertinya kita sedang meninggalkan jalan ilmu pengetahuan juga. Demokrasi terpimpin mengharuskan kepatuhan semua, termasuk para ilmuwannya.